C’s Steak and Seafood Restaurant

In my eighth year as its patron now, the sight and smell of C’s have become a familiar terrain. Upon entering, the open kitchen is where all the attractions are happening. You can smell the fragrant of steaks being seared. You can see huge fish tanks filled with wonders from the sea. You can hear the clashing of the wok and spatula from the Chinese food section. This parade of senses immediately urges me to sit and waiting in anticipation for what will come next on my table.

 

The warmly lit restaurant evokes a certain degree of intimacy and comfort. While it is not a fine-dining restaurant, one would enjoy the hours passed here while devouring all the goodness from the menu. Building up the excitement to eat here, C’s is also inviting foreign chefs from time to time to share their expertise and create a limited time menu.


The ambiance here is mildly conversational with easy listening music as the background. When you are planning to visit with family or scheduling a meeting with colleagues, then reserving the private rooms overlooking the Bundaran HI would be a major perk for your dining experience.

C’s has become the backbone for the hotel, especially when Grand Café was undergoing a major renovation in much part of 2018. Of what used to be known as an ala carte restaurant for lunch and dinner, C’s was temporarily converted as an all-day
dining that caters esteemed guests of Grand Hyatt Jakarta. When Grand Café was finally unveiled several months ago, C’s has returned to its former self again – serving its guests with their much-loved fresh seafood, steak, and Oriental dishes.


The Executive Sous Chef, Mr Agung Budi went to a length explaining what’s in store at C’s for its patrons. There is a plethora of fresh, quality produce ripe for the taking – especially from the seafood side. Indonesia is now home to many local produce and seafood previously only imported from overseas. Additionally, C’s dedication for farm-to-table concept and sustainability brings good tidings for the environment as well as C’s most discerned diners.


The chef explains that at least 90% of C’s seafood came from local waters. “We have prawns from Aceh, clams from Bali, and crabs from Papua”, he says. Vegetables are always freshly delivered from a farm in West Java. “Take this burrata salad we have here for example. The beetroots are now grown in Puncak and even the burrata are produced by local cheese artisan”, explains the chef.


Every restaurant has its own signature dishes. At C’s, the must-have would be the colorful and delectable steak and seafood platters for sharing. Additionally, don’t skip its famous nasi goreng kambing and the wonderful Chinese cuisine lineup.


From the steak section, a wide range of premium cuts available here are sourced mostly from US and Australia. The star of the show are the platters and the Tomahawk. The seafood platter consists of rock lobster, king prawns, clams, Timika crab, Alaskan king crab, and mussels. Meanwhile, the steak platter has Black Angus beef tenderloin, half baby chicken, lamb chops, and beef sausages. Right on the spotlight, the 1500 gr Tomahawk wagyu steak for sharing with your loved ones.

================================================================================================================================================================================


Berbekal pemandangan baru dan megah dari Bundaran HI dan sekitarnya yang dapat disaksikan dari ketinggian Grand Hyatt Jakarta, sepertinya semakin banyak alasan baru untuk mengunjungi C’s Steak and Seafood Restaurant. Sejak lama, restoran ini telah menetapkan standar tinggi untuk bisnis steakhouse di Jakarta sehingga sulit untuk tidak membandingkan semua itu dengan pengalaman hebat bersantap di sini.

Di tahun kedelapan saya sebagai pengunjung setia C’s, suasana restoran ini sudah terasa begitu akrab. Ketika memasukinya, langsung terlihat sebuah dapur terbuka dimana semua kegiatan berlangsung. Saat melaluinya, tercium bau steak yang sedang dipanggang. Terlihat banyak akuarium raksasa yang menyimpan berbagai boga bahari yang segar. Terdengar pula suara beradunya wajan dengan spatula dari bagian masakan Cina. Parade indera ini seolah mendorong saya untuk segera duduk dan menanti kejutan apa selanjutnya yang akan datang dari dapur menuju meja makan saya.

Suasana temaram di restoran ini kontan memberikan rasa nyaman. Meskipun bukan sebuah restoran fine-dining, siapapun akan menikmati jam demi jam yang berlalu sembari bersantap berbagai panganan lezat. Tidak hanya itu, C’s juga selalu mendatangkan chef profesional dari luar negeri untuk berbagi pengalaman serta menu khusus mereka di sini.

Musik berirama santai dan suara percakapan mewarnai apa yang kita dengar ketika bersantap di restoran ini. Ketika berencana mengunjungi C’s bersama keluarga ataupun para rekan kerja, maka ruangan privat dengan pemandangan ke arah Bundaran HI wajib untuk direservasi demi pengalaman makan yang lebih menyenangkan.

C’s telah lama menjadi tulang punggung bagi hotel ini, khususnya ketika Grand Café sempat menjalani renovasi besar di tahun 2018 ini. Meski telah lama dikenal sebagai restoran ala carte, C’s sempat menjadi sebuah all-day dining untuk sementara waktu. Hingga akhirnya Grand Café yang baru resmi dibuka, C’s kembali seperti sedia kala dan melayani para pengunjungnya dengan sederet boga bahari yang segar, steak yang lezat, dan beragam makanan khas Oriental lainnya.

Executive Sous Chef Agung Budi menjelaskan secara panjang lebar mengenai kejutan apa yang selalu ada di C’s untuk pengunjungnya. Terdapat begitu banyak produk lokal yang segar dan berkualitas, khususnya dari bagian boga bahari. Indonesia kini telah menjadi rumah bagi banyak produk sayur dan boga bahari berkualitas yang dahulunya hanya bisa diimpor. Dedikasi C’s untuk konsep farm-to-table dan berkelanjutan adalah kabar baik untuk lingkungan hidup dan para pengunjungnya yang setia.

Sang chef menjelaskan setidaknya ada 90% dari produk boga bahari C’s yang didatangkan dari perairan lokal. “Misalnya kita punya udang dari Aceh, kerang dari Bali, dan kepiting dari Papua”, sahutnya. Sayur mayur juga didatangkan segar dari Jawa Barat. “Contohnya salad burrata yang satu ini. Sayur bit kini sudah dibudidayakan di Puncak dan bahkan keju burrata saja dibuat oleh pengrajin lokal”, tukas Chef Agung Budi.

Setiap restoran memiliki spesialisasinya tersendiri. Di C’s, yang harus dicoba adalah platter untuk boga bahari dan juga steak yang cocok untuk disantap beramai-ramai. Sebagai tambahannya, jangan lewatkan nasi goreng kambingnya yang terkenal beserta berbagai masakan khas Cina di sini.

C’s memiliki beragam daging sapi dari Amerika Serikat dan Australia. Yang paling tenar adalah steak Tomahawk seberat 1500 gram untuk disantap bersama. Nikmati platter boga bahari yang terdiri dari lobster, udang, kerang, kepiting Timika, dan kepiting Alaska. Dari bagian daging, terdapat tenderloin Black Angus, ayam, kambing, dan juga sosis sapi.




C's STEAK AND SEAFOOD RESTAURANT

Grand Hyatt Jakarta, Jl. M.H. Thamrin No. Kav. 28-30, Jakarta 10350, 

Phone: +6221 2992 1234 
jakarta.grandhyatt.com/en/hotel/dining/CsSteakandSeafoodRestaurant.html

0 0
Feed