Celebrating Archipelago’s Diversity

Situated within the dreamy precinct of Alila Villa Uluwatu Resort, The Warung might bears a modest name (pretty much means ‘small hut’ in Indonesian), but it will treat each of its guest with a completely elevated dining experience, both literally and figuratively.


The eclectic open-air dining venue is perfectly perched overlooking the magnificent Ocean, warmly welcoming their guest with immaculate visual spectacle that fully embrace the island’s ultimate tropical wonder. Long wooden-carved table is placed on the middle side of the restaurant, just fronting elegant open-kitchen, surrounded by smaller units of table-and-chair to ensure the convenience of each guests.

Culinary speaking, The Warung explores the diverse selections of traditional cuisine from all across Indonesia’s archipelago. During my visit, I was offered a certain set of menus, but what comes first was a pleasant surprise that’s not even on the said list; Sambal Congklak. It basically an appetizer consists hefty selections of sambal (chili sauce), 12 to be precise, served along two variants of kerupuk (crackers). I was then told that this is one of The Warung’s signature dish for every guest to nibble before they enjoy the main courses. I enjoyed every sambal variant so much, dipping them with the kerupuk crackers as well as get another reminder of how much variety Indonesian food have, even only the sambal.

Then off to the main menu, first, I was treated with Ayam Betutu; a Balinese traditional goodness which consist of steamed whole chicken in rich ‘betutu’ spice made of shallots, turmeric, ginger, galangal, peanuts, and many more. The turmeric particularly stands out as it made the signature yellow color of this dish. The Warung up their level by making the meat so tender it literally fall-off-the-bone. I was personally impressed with their take in this dish. Then I was served with a portion of Sate Lilit, which also memorable not only for its succulent taste, but also the presentation. The minced fish satay comes in a (smoking) little traditional clay griller pot, and lemongrass stick as its skewer. Fancy but still honoring its traditional roots to the fullest. Then comes next is nasi liwet; a dish originally hailing from Solo, Central Java. On this one, The Warung experimenting with modern take, particularly on the coconut milk sauce which are made with soft, feta cheese-like texture. The ‘nasi’ (or rice) is succulent and perfectly blends with juicy coconut milk-wrapped boneless chicken.

To accompany your meal, you should try what they recommended to me; party ice tea, a glass of refreshing thirst quencher made by combining mint leaves, lime, honey, orange juice and topped with green
tea, on the rocks, of course!



==========================================================================================================================================================


Terletak di dalam Alila Villa Uluwatu yang indah bak negeri dongeng, anda mungkin akan tertipu dengan nama sederhana restoran ‘The Warung’, namun melangkahlah ke dalamnya, dan anda akan bisa menikmati pengalaman bersantap tingkat tinggi, baik secara literal maupun kiasan.

Mengusung konsep open-air yang eklektik, The Warung dibangun tepat berhadapan dengan pemandangan hamparan Samudra biru yang menyambut para tamu untuk menikmati nuansa alam tropis yang menjadi andalan Pulau Bali. Sebuah meja kayu ukiran besar dan panjang terletak di bagian tengah restoran, tepat berhadapan dengan dapur terbuka yang elegan, dan dikelilingi kursi serta meja lain yang berukuran lebih kecil untuk menjamin kenyamanan para tamu selama bersantap.

Berbicara dari segi kuliner, The Warung mengeksplorasi keberagaman pilihan hidangan tradisional dari Sabang sampai Merauke. Saya ditawarkan sejumlah menu andalan The Warung, namun yang datang untuk pertama kalinya, Sambal Congklak malah tidak ada di daftar, sebuah kejutan menyenangkan! Sebuah hidangan pembuka yang terdiri dari 12 jenis sambal tradisional serta dua varian kerupuk. Saya kemudian diberitahu bahwa ini adalah menu khas The Warung sebagai cemilan untuk tamu sebelum masuk ke hidangan utama. Tentu saja saya dengan bahagia menyantap kerupuk dan mencocolnya dengan setiap sambal, sembari diingatkan lagi betapa beragamnya masakan Indonesia, bahkan untuk sambalnya saja dapat berjumlah sebanyak ini.

Kemudian langsung menuju ke menu utama, pertama, saya mencicipi Ayam Betutu; sebuah hidangan tradisional khas Bali yang terdiri dari ayam yang dimasak dengan metode ‘ungkep’ tradisional beserta paduan bumbu sedap yang diracik dari bawang merah, kunyit, jahe, kacang dan lain sebagainya. The Warung menaikkan level mereka dalam penyajian menu ini dari segi daging ayamnya, yang luar biasa empuk sehingga ‘fall-off-the-bone’. Saya secara pribadi terkesan dengan cara mereka menangani hidangan yang cukup kompleks ini. Kemudian saya juga mencoba Sate Lilit, yang juga berkesan bukan hanya karena rasanya yang nikmat, tapi juga presentasinya. Sate dari daging ikan tumbuknya hadir komplit dengan panggangan sate tradisional yang masih berasap dan batang serai sebagai tusuknya. Berkelas, namun tetap masih menghormati akar tradisionalnya secara penuh. Kemudian berikutnya ada Nasi Liwet; sebuah hidangan yang berasal dari Solo, Jawa Tengah. Untuk yang satu ini, The Warung berani bereksperimen dengan bentuk modern, terutama pada saus santannya, yang dibuat dengan tekstur menyerupai keju feta. Nasinya juga sangat nikmat dan pas disantap dengan daging ayam tanpa-tulang berbalur santan sebagai lauknya.

Untuk menemani sesi bersantap, anda harus mencoba apa yang mereka rekomendasikan buat saya; Party Ice Tea, segelas penghilang dahaga yang segar terbuat dari perpaduan daun mint, madu, jus jeruk dan the hijau, dengan es batu, tentunya!




THE WARUNG - ALILA VILLAS ULUWATU

Jl. Belimbing Sari Banjar Tambiyak Desa Pecatu Uluwatu, Pecatu, Kuta Sel., Kabupaten
Badung, Bali 80364, Phone: +62 361 848 2166, www.the-warung.com

0 0
Feed