Breaking Boundaries

Established on 1999 as a gourmet shop, Café Dijon Bali now has expanded their business into a full-fledge healthy culinary destination to cater local, expats and culinary enthusiast in general. 


If you have live in this island for this past 5 years, Dijon is one of the restaurants which name will repeatedly come out as a recommended to-go place for delicious healthy food. Tucked nicely on an interstate of grand Simpang Siur Square, the dining venue consists of cozy indoor and outdoor areas that you can deliberately choose according to your mood. Sitting just right across their famous gourmet shop during my visit, I am impressed of how much Dijon has progressed from a humble (albeit quality) culinary store to a 60-seat favorite hang-out spot everyone knew and loves right now.


Dijon serves array of tantalizing dairy and non-dairy menus, but focused on gluten free ingredients and homemade-based cooking. They guarantee no additional flavor whatsoever added in their meals, let alone the artificial one. By deciding to go the ‘halal’ way just recently, they wish to break the boundaries and cater a broader-range of audience, especially Indonesian market and other Muslim country, so the religion’s devoted practitioners can conveniently enjoy their dine without any guilt-feeling whatsoever.


For a starter, I was offered Quinoa Chick Pea Salad; a satisfying portion of organic, healthy goodness served with edamame humus, beetroot, baby spinach, to half-split boiled eggs. The salty and savory hummus spread made from Japanese edamame soybean blends perfectly with other ingredients leaves me wanting for more. Then, the Grilled Salmon Steak was up next. This is widely considered as one of Dijon’s staple menu. The fresh vegetables on side blends perfectly with precisely grilled salmon slab, especially the seaweed which gives away a nice touch to satisfyingly wrap the overall taste. But my personal favorite would be the homemade gomae sauce served as a condiment for this menu; it certainly fit with any kinds of food with its sweet, sour and creamy taste. The good news is that the restaurant also sells them separately, so you can go and grab a bottle to savor at home! 


If you prefer to have something light and tasty, order their Baguette Wrap; which comes with rich filling of organic vegetable mixture, or the Coconut Pannacotta with passion fruit sauce as a trusty dessert, with combination of sour, sweet and tangible coconut flavor. 


Maintaining your quality is one thing, but progressively expanding it is a different level of ‘inspiring’ achievement altogether, so kudos Café Dijon, for living up the name and reputation as one of Bali’s pioneer in healthy food and quality gourmet.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Berdiri di tahun 1999 sebagai sebuah gourmet shop, Café Dijon Bali kini telah memperluas bisnis mereka menjadi sebuah destinasi kuliner sehat favorit di Bali bagi turis local, ekspat hingga penggemar kuliner secara umum.


Jika anda tinggal di pulau ini selama lima tahun belakangan, maka nama Dijon akan sering muncul sebagai salah satu tempat rekomendasi untuk menikmati hidangan sehat yang lezat. Berlokasi di sebuah sudut jalan Simpang Siur yang rindang, tempat bersantap ini terdiri dari ruang indoor dan outdoor yang nyaman dan bisa anda pilih sesuai suasana hati. Duduk tepat di seberang gourmet shop mereka yang tersohor, saya terkesan bagaimana Dijon telah berkembang dari sebuah toko mungil (namun berkualitas) menjadi sebuah restoran favorit untuk hang-out berkapasitas 60 kursi yang banyak dikenal dan dicintai saat ini.


Dijon menyajikan beragam menu dairy dan non-dairy yang mantap, namun mereka fokus pada bahan baku bebas-gluten dan metode memasak homemade yang bersih dan sehat. Mereka menjamin tidak ada bahan perisa tambahan di setiap hidangan mereka, terlebih bahan artifisial yang terbuat dari campuran zat kimia. Dengan memutuskan untuk mantap di jalur ‘halal’ baru-baru ini, Dijon juga telah mendobrak batas dan siap melayani pangsa pasar yang lebih luas, terutama pasar Indonesia dan juga negara Muslim lainnya, agar mereka dapat bersantap dengan tenang tanpa rasa bersalah.


Sebagai pembuka, saya diajak mencicipi Quinoa Chick Pea Salad; seporsi besar hidangan organik nan sehat terdiri dari sayuran, telur setengah matang dan disajikan dengan edamame humus. Rasa asin dan gurih selai humus yang terbuat dari kacang edamame Jepang berpadu apik dengan sayur segar membuat saya tak bisa berhenti menyantapnya hingga tandas. Kemudian, saya disuguhkan Grilled Salmon Steak, yang banyak disebut sebagai salah satu menu andalan Dijon. Sepotong besar salmon yang tersaji cantik, dipanggang sempurna serta dinikmati bersama sayuran segar sebagai pelengkap, terutama rumput lautnya yang melingkupi citarasa daging salmon dengan rasa asin-manis alami a la samudra. Tapi, dari semua kelezatan menu salmon ini, saya paling menikmati saus gomae homemade nya yang manis dan creamy. Saus ini sangat cocok dicocol untuk hidangan jenis apapun. Berita baiknya, Dijon juga menjualnya secara terpisah, sehingga anda bisa membawa pulang dan membuktikan sendiri kenikmatannya!


Jika anda lebih memilih menu yang lebih ‘ringan’, anda bisa juga memesan Baguette Wrap; berupa roti gulung lembut yang membungkus sayuran organic segar nan sehat, atau Coconut Pannacotta dengan saus markisa asli Makasar yang manis asam menggoyang lidah dengan citarasa kelapa yang khas.


Mempertahankan kualitas adalah satu hal yang luar biasa, tapi bisa mengembangkannya ialah suatu pencapaian yang menginspirasi. Selamat Café Dijon untuk telah mempertahankan nama besar dan reputasi sebagai salah satu pionir hidangan sehat di Pulau Bali.

0 0
Feed