Ambiente

Better than Your Grandma’s

We know we’re a F&B magazine, but a little bit of history lesson won’t hurt, right? In fact, Ambiente Ristorante is the first Italian restaurant in Indonesia, established in 1989. Back then, the restaurant and the hotel was managed by Hyatt, but now, we know the place as Aryaduta Hotel, Jakarta.


“Ambiente is very different than it was back then. It used to be more like formal, fine dining, but 1,5 years ago, we relaunched the concept with bigger, more casual, rustic place, they call it modern industrial Italian. The concept is also reflected in the menu. We’re more to casual, rustic menu with nice plating and big portion, so you can enjoy the food and leave full,” said Matteo Meacci, Ambiente’s Executive Chef.


If you don’t grow up in Italian house, it’s hard to compare your grandma’s cooking to Matteo’s, obviously. But by saying “Better than your Grandma’s”, we know immediately that Ambiente is trying to stay true to authentic, home style Italian food, that’s arguably the best version of Italian food


Italy is a small country, but it has long coastline. Therefore, generally people put Italian cuisine into 2 categories: north and south. “For example, the south, Sicilian cuisine is more focused on seafood, with fresh vegetables and olive oil, while the northern cuisine tend to be heavier, with more butter, and beef-based. I was born in Tuscany, that’s why we offer some authentic regional dishes such as Bistecca alla Florentina (T-bone steak) and Zuppa di Pesce (classic, Tuscan style seafood soup),” said Matteo.


The Chef described Ambiente’s food concept as authentic Italian with modern presentation. “We use some modern cooking technique like sous vide, especially for the chicken. We try to make it not too traditional, or let say, boring like everybody else. We try to innovate a little bit, but at the end of the day, the best Italian food is the authentic one. For me, Italian food is the one you eat at home with your family, the one that your grandma or mother cook for you. When you start doing something too fancy, it’s not authentic anymore, you do something different, but can you call it Italian? I don’t know,” said Matteo.


The Pizza & Pasta


If you’ve ever came across a menu that has the same name as the place, that should be your first choice. Ambiente has its signature black dough Ambiente Pizza using charcoal powder. “It’s a Napolitana style but we make it more crispy. The real Napolitana pizza is not crispy at all, it’s bready, soft and I found that Asian market doesn’t really appreciate that kind of pizza. Traditionally. Napolitana pizza is baked at 400-430o C in just 60-90 second. Very fast, it doesn’t have the time to crisp. That’s why we cook it for 3 minutes with 360o C,” explained the Chef.


The pizza also has mozzarella, zucchini, cherry tomato, and after it came out of the oven, they put smoked salmon, mascarpone cheese and truffle oil. “We don’t put any sauce on it, just like Quattro Formaggi Pizza, the mozzarella act like the sauce that melts together with other toppings,” he added.


Another pizza that deserves a spotlight is their Parma Pizza which features tomato sauce, mozzarella, cherry tomato, and topped with the classic Parma ham, parmesan, rocket salad, and extra virgin olive oil. It’s just a classic Italian pizza that’s available throughout Italian region, from north to south.


For the pasta, Ambiente use lot of seafood as seen in their signature menus, such as Tagliolini neri al Granchio and Spaghetti all’Aragosta. The first one is black ink homemade tagliolini tossed with blue swimmer crab, fresh tomatoes, basil & chili and the second one is Ambiente’s best selling dish, sautéed dry spaghetti with queen of the ocean pearl lobster, crab bisque, tomatoes and cream. Both menus are using seafood sourced from Lombok, one of Indonesia’s best seafood supplier. 


However, our favorite one would definitely be their Fusilli al Pomodoro e Mozzarella. Despite of its simplicity, we don’t really know why we just can’t stop eating it, suddenly, the plate was clean, and Matteo seemed to agree with us. “It’s our most simple pasta, and the one I like the most, I like simple things. It’s just tomato sauce, basil, oregano, homemade fusilli, and some mozzarella that makes the pasta stringy, very creamy. If I have to pick one of those three pastas, this is it!” said Matteo.


Matteo made it sounds too easy for us when he explained the cooking process. “However, simple doesn’t mean it’s always good,” he warned. “You have to understand the know how. The cooking technique is nothing fancy, but the process, the selection of ingredients, and the amount of care you put on the mise en place are the ones that make good product,” said Matteo.


The heart of Italian food lies in its simplicity, home style cooking, and fresh ingredients. With its popularity across the globe, it’s kind of difficult to reinvent the classic. Instead, Ambiente is sticking with its root as Grandma’s cooking with some modern presentation to give you the experience of what it’s like to eat in Italian family, along with the more casual atmosphere. We don’t know your grandma, or Matteo’s personally. When the chef said that his food is better than your grandma (we know it’s a personal thing), and you see it as insult, why don’t you come over to Ambiente, talk it out nicely, and defend your arguments. Over some nice pizza and pasta, of course.

============================================================================================================


Mirip seperti orang Padang, orang Italia, sangat, sangat suka membanggakan masakan nenek atau ibu mereka. Ketika Anda melihat restoran Italia yang mengatakan hal serupa, Anda tahu Anda berada di tempat yang tepat.Kami tahu, kami adalah majalah F&B, namun tidak ada salahnya sedikit membahas tentang sejarah kan? Faktanya, Ambiente Ristorante adalah restoran Italia pertama di Indonesia yang berdiri pada 1989. Pada saat itu, restoran dan hotel ini masih dikelola oleh Hyatt, namun sekarang, tempat ini dikenal sebagai Hotel Aryaduta, Jakarta.


“Ambiente yang sekarang sangat berbeda dengan yang dahulu. Dulunya tempat ini lebih formal, fine dining, namun 1,5 tahun yang lalu kami mengubah konsepnya melalui tempat yang lebih besar, kasual, dan rustic, mereka menyebutnya modern industrial Italian. Konsep ini juga terlihat di menu kami yang lebih kasual, rustic dengan plating menarik dan porsi besar, sehingga Anda dapat menikmati makanan dan pergi dengan perut penuh,” kata Matteo Meacci, Executive Chef Ambiente.


Jika Anda tidak besar di Italia, tentu sulit membandingkan masakan nenek Anda dengan nenek Matteo. Namun dengan mengatakan “Better than your Grandma’s”, kami langsung mengetahui bahwa Ambiente berusaha untuk menyajikan masakan rumahan Italia yang otentik, yang bisa dibilang sebagai versi terbaik dari masakan Italia. 


Italia adalah negara kecil, namun garis pantainya cukup panjang. Akibatnya, banyak orang mengkategorikan masakan Italia menjadi 2 jenis: utara dan selatan. “Sebagai contoh, masakan selatan, seperti di Sicilia lebih berfokus pada seafood dengan sayuran segar dan olive oil, sementara wilayah utara cenderung lebih berat, dengan penggunaan butter dan daging sapi yang lebih banyak. Saya lahir di Tuscany, oleh sebab itu kami memiliki beberapa menu tradisional otentik seperti Bistecca alla Florentina (T-bone steak) dan Zuppa di Pesce (sup seafood klasik khas Tuscany),” kata Matteo. 


Sang Chef mengklaim konsep makanan Ambiente sebagai masakan Italia otentik dengan presentasi modern. “Kami menggunakan teknik masak modern seperti sous vide, terutama untuk daging ayam. Kami mencoba untuk membuatnya tidak terlalu tradisional, atau, katakanlah, membosankan seperti orang lain. Kami mencoba untuk berinovasi sedikit, namun pada akhirnya, masakan Italia terbaik adalah yang otentik. Bagi saya, masakan Italia adalah makanan yang Anda makan di rumah bersama keluarga, yang dimasak oleh nenek atau ibu Anda. Ketika Anda membuat sesuatu yang terlalu fancy, masakan tersebut tidak lagi otentik, Anda membuat masakan baru, namun bisakah Anda menyebutnya masakan Italia? Saya tidak tahu,” kata Matteo.


Pizza & PastaJika Anda pernah menemukan menu yang memiliki nama yang sama dengan nama restoran, Anda harus menjadikannya pilihan pertama. Ambiente memiliki pizza dengan adonan warna hitam yang menggunakan bubuk arang bernama Ambiente Pizza. “Pada dasarnya ini merupakan Pizza Napolitana, namun kami membuatnya lebih crispy. Pizza Napolitana aslinya tidak crispy sama sekali, teksturnya seperti roti, lembut dan saya mengetahui bahwa orang Asia tidak begitu menyukai pizza semacam itu. Secara tradisional, Pizza Napolitana dibakar pada suhu 400-430o C selama 60-90 detik. Sangat singkat, sehingga adonannya belum sempat menjadi crispy. Itulah sebabnya kami membakarnya selama 3 menit pada suhu 360oC,” jelas Matteo.


Pizza ini juga memiliki topping mozzarella, zucchini, tomat cherry, dan setelah keluar dari oven, mereka meletakkan smoked salmon, mascarpone cheese dan truffle oil. “Kami tidak menggunakan saus, karena sama seperti Pizza Quattro Formaggi, mozzarella berperan sebagai saus yang merekatkan dirinya dengan topping lain,” tambahnya.


Salah satu pizza yang juga mencuri perhatian adalah Pizza Parma, dengan saus tomat, mozzarella, tomat cherry, dan topping Parma ham yang klasik, parmesan, salad arugula dan extra virgin olive oil. Ini adalah pizza Italia klasik yang tersedia di seluruh wilayah Italia, baik utara maupun selatan.


Untuk pasta, Ambiente banyak menggunakan seafood pada menu signature mereka, seperti pada Tagliolini neri al Granchio dan Spaghetti all’Aragosta. Yang pertama adalah pasta homemade tagliolini hitam yang disajikan dengan rajungan, tomat segar, basil & cabai, sementara yang kedua adalah menu best selling Ambiente, spaghetti (dry) yang ditumis dengan lobster queen of the ocean, bisque kepiting, tomat dank rim. Kedua menu ini mengunakan seafood yang disupply dari Lombok, salah satu wilayah penghasil seafood terbaik di Indonesia. 


Namun, favorit kami adalah Fusilli al Pomodoro e Mozzarella. Meski sederhana, kami tidak tahu mengapa kami tidak dapat berhenti makan, tiba-tiba piring kami sudah bersih, dan Matteo sepertinya setuju dengan kami. “Ini adalah menu pasta paling sederhana, dan yang paling saya sukai, saya suka hal-hal sederhana. Isinya hanya saus tomat, basil, oregano, fusilli homemade, dan mozzarella yang menjadikan pastanya stringy, dan creamy. Jika saya harus memilih 1 dari 3 pasta tadi, saya pilih yang ini!” kata Matteo.


Matteo membuat proses masak terdengar terlalu mudah. “Namun, sederhana tidak selalu berarti enak,” ia memperingatkan. “Anda harus tahu cara-caranya. Meski tidak ada yang canggih dalam teknik masaknya, hal lain seperti proses, pemilihan bahan baku, dan tingkat perhatian yang Anda berikan pada proses persiapan adalah yang paling bertanggung jawab atas kualitas produk,” kata Matteo.


Inti dari masakan Italia adalah kesederhanaan, masakan rumahan, dan bahan segar. Dengan popularitas di seluruh dunia, kami rasa agak sulit untuk membuat hal baru dari sesuatu yang begitu klasik. Ambiente memilih untuk setia pada masakan otentik buatan nenek dengan presentasi modern sehingga memberikan Anda pengalaman dining bersama keluarga di Italia, lengkap dengan atmosfer yang santai. Kami tidak tahu nenek Anda, atau nenek Matteo, secara personal. Ketika sang Chef berkata bahwa makanannya lebih enak daripada masakan nenek Anda (kami tahu, hal ini sangat personal), dan Anda menganggpanya sebagai penghinaan, kenapa Anda tidak datang ke Ambiente, bicarakan baik-baik, dan pertahankan argumen Anda. Dengan ditemani beberapa pizza dan pasta, tentunya.


AMBIENTE RISTORANTE

Aryaduta Jakarta, Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No. 44-48, Jakarta Pusat 10110

Phone: +6221 2352 1234, www.ambienteristorante.com

0 0
Feed