jethro vincent

Bersenang-Senang Dengan Tantangan

Berkecimpung di dunia dapur sejak usia belia, Jethro Vincent telah berada di titik kesuksesan selama menjalani karirnya di Bali. Sosok di balik hidangan lezat sejumlah restoran milik 8 Degrees Projects; di antaranya Sisterfields, Bikini dan Bo$$man ini menyempatkan diri untuk menjawab sejumlah pertanyaan PASSION Magazine seputar kehidupan serta pekerjaannya, restoran India terbarunya, hingga tantangan terbesar kala memulai karir di Pulau Dewata..

Apakah ‘golden rules’ (aturan pokok) memasak yang selalu anda terapkan dalam mengkreasi hidangan anda


?Makan, yang banyak!Mencicipi, selalu!Bersenang-senang!Dan jangan pernah mengurangi pentingnya bumbu dengan tingkat keasaman (acidity) serta sedikit garam. 


Apakah tantangan terbesar yang anda temui dalam menjadi seorang chef ‘foreigner’ (berkebangsaan asing) di Bali? Bagaimana anda mengatasinya?


Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, budaya dan bahasa adalah tantangan terbesar untuk memulai, namun tidak butuh waktu lama bagi Bali untuk menunjukkan ‘sihir’ nya dan sekarang saya jatuh hati pada tempat ini. 


Apakah restoran-restoran dari 8 Degrees memiliki inisiatif alternatif di masa pandemi COVID 19 ini? Ceritakan sedikit bagi para pembaca kami!


Ya, kami telah memulai sejumlah ‘pop ups’ (gerai kaget) di sekeliling pulau, terutama di daerah dimana kami belum pernah ada sebelumnya. Kami membuka Bossman di Sanur dan Ubud, serta membuka Sisterfields di Berawa, tepatnya di bekas cafe Marigold. Kami juga meluncurkan sebuah konsep yang telah kami kembangkan sejak beberapa waktu lalu - sebuah restoran kari yang menyajikan hidangan bergaya Tamil, India, menggunakan resep keluarga dari istri saya, dan ini dekat di hati (rumah). Restoran tersebut kami namai ‘HOLI” dan akan menyajikan menu sederhana dengan harga terjangkau, terdiri dari enam jenis kari yang akan dirotasi setiap harinya. Jadi bagi kami, periode ini menjadi satu masa adaptasi dan berpikir bagaimana caranya melangkah di situasi yang kurang baik ini. Kami juga telah mengadaptasikan unit non-profit kami, “PARC”, untuk memberi bantuan bagi para ibu muda yang membutuhkan bantuan, terutama di bidang pangan.


Bagaimana menurut anda pandemi COVID 19 ini akan mengubah masa depan industri F&B?


Sejujurnya, saya berharap, dan percaya bahwa semua akan kembali pada ‘old normal’. Saya tidak bisa membayangkan dunia dimana skena F&B berubah secara dramatis. Ada hal fundamental dalam dunia kuliner yang mengikat kita bersama-sama sebagai manusia melalui interaksi, hidangan dan juga pelayanan (hospitality). Kendati ada banyak sekali ilustrasi konyol tentang orang-orang duduk di dalam kotak plastik untuk menyantap makanan mereka, saya percaya kalau kita lebih kuat dari apa yang kita pikirkan, dan hal-hal akan kembali sebagaimana adanya. Makan, minum dan berbahagialah!


Bagaimana cara anda menghabiskan waktu luang?


Di masa (pandemi) ini, saya menghabiskannya untuk memikirkan bagaimana untuk melalui hari demi hari. Sesungguhnya bahkan istri saya sendiri bilang bahwa saya selalu hanya memikirkan tentang pekerjaan. Di waktu normal, kami menyukai bagaimana Bali memiliki kekuatan untuk membuat akhir pekan menjadi liburan-mini yang menyenangkan. Anda akan sering menemukan kami di restoran favorit kami, atau di pinggir pantai dan kolam renang atau hotel, hanya menghabiskan waktu bersama keluarga.


Apakah hidangan terakhir yang anda masak di rumah? Bagikan bagi pembaca kami!


Saya menghabiskan akhir pekan lalu memasak kari untuk restoran terbaru kami, HOLI. Saya selalu menyukai kari, jadi untuk mengembangkan konsep ini dengan menggunakan resep keluarga istri saya terasa sangat dekat di hati (rumah), dan mudah bagi saya untuk bersemangat tentang hal ini.


Sebutkan setidaknya tiga masakan tradisional Bali yang anda paling sukai 


Babi, babi dan babi! Saya cinta babi guling tapi harus menahan diri untuk menyantapnya karena sudah menjadi terlalu rutin. Dan betapapun saya menyukainya, itu bukanlah pilihan hidangan paling sehat di luar sana. Saya selalu berkata bahwa “lemak adalah rasa, dan rasa adalah sahabat anda”. Dalam hal babi guling, pernyataan saya tersebut sangat benar adanya. Saya juga menyukai nasi goreng dan nasi campur yang lezat.


IG: @chefjethrovincent

0 0
Feed