Esperto

Beginning of a Coffee Journey

Dengan banyaknya jumlah sekaligus variasi konsep coffee shop, semua orang paling tidak pernah bermimpi untuk membuka coffee shopnya sendiri. Namun harus diakui, tingkat kegagalan di bisnis ini cukup tinggi, terutama jika Anda tidak memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup di bidang ini. Oleh sebab itu, mulai bermunculan sekolah-sekolah barista seperti Esperto Barista Course.


Dengan lebih dari 1.700 orang yang telah mengikuti kelas Barista Course sejak 2009, Esperto telah berhasil menghasilkan banyak lulusan yang sukses membuka coffee shopnya sendiri. Beberapa di antaranya adalah Dancing Goat Coffee. Giyanti Coffee, Green Door Kitchen, Scandinavian Coffee Shop. Selain itu, banyak juga public figure yang mengikuti kelas di sini sekedar untuk mendalami tentang kopi atau untuk membuat kopi sendiri di rumah.


“Kami mulai buka Esperto Barista Course pada 18 Agustus 2009. Awalnya kami adalah supplier mesin espresso dan roasted bean, lalu kami memberikan pelatihan kepada para klien secara cuma-cuma. Akhirnya kami memutuskan untuk sekalian membuka kelas untuk masyarakat umum agar kami bisa memberikan ilmu ke lebih banyak orang, sehingga secara umum akan meningkatkan level industri kopi ini,” jelas Franky Angkawijaya, pendiri Esperto Barista Course.



Ada beberapa pertanyaan yang kami coba jawab ketika mengikuti 4 Days Regular Course di Esperto pada 8-11 Mei 2019. Seberapa perlukah kita mengikuti kelas barista semacam ini? Hasil apa yang bisa diharapkan? Terutama bagi mereka yang ingin membuka coffee shop, karena sepertinya itulah tujuan mayoritas peserta kali ini.


Hari pertama dimulai dengan penjelasan mengenai tanaman kopi, karakteristik biji kopi Robusta, Arabica, pengaruh ketinggian terhadap rasa, berbagai metode pasca panen, hingga roasting secara umum. Ini merupakan pengetahuan dasar, namun hal ini belum tentu diketahui oleh mereka yang telah menjalankan bisnis ini. Setelah itu, pada sesi kedua, peserta diajarkan untuk membuat espresso menggunakan mesin.


Hari kedua dilanjutkan dengan cara membersihkan mesin espresso dan cara untuk steaming susu yang ternyata tidak semudah kelihatannya. “Yang paling challenging buat saya pribadi dan mungkin buat teman-teman adalah, ketika kita pesan kopi di coffee shop dan melihat barista menuang susu, terlihat begitu mudah. Namun kenyataannya, ketika kita mencoba steam susu sendiri ternyata hasilnya sangat berbeda,” kata Ferdinand Fresco, salah satu peserta.


Steaming susu membutuhkan latihan berulang-ulang, dan Esperto memahami hal tersebut. “Dari segi peralatan, Esperto memiliki fasilitas yang lengkap, Teman-teman yang mengikuti kelas kami tidak perlu sharing alat, masing-masing memegang mesinnya sendiri. Kami adalah pionir dalam hal tersebut. Kami juga memberikan bahan-bahan (biji kopi, susu) yang bisa digunakan secara unlimited. Kami ingin teman-teman yang lulus dari Esperto mendapatkan hasil yang maksimal,” jelas Franky.



0 0
Feed