Argentinian Dulce

Argentinian Dulce

You’ve heard the name Sudestada! For the past 7 months since its inception, the place has become the talk of the town. Located nearby the heart of capital, Bundaran HI, the Argentinian cuisine received warm welcome among Jakartans. While others are (inevitably) talking about their Argentinian grilled menus, we’d prefer to discover more about the typical Argentinian desserts.


From the concept and interior, you can safely tell that Sudestada is trying to bring Argentina to Jakarta. “As an Argentinian restaurant, you can find restaurant, bar, café and grill house, all in one place, it’s typical Argentinian. I know, in Indonesia it’s quite weird, because you have each place for those concepts,” said Victor Taborda, The Executive Chef of Sudestada Jakarta.


Victor graduated from culinary school in Buenos Aires, Argentina, but he spent his early years in Spain, working alongside Dani Garcia, a 3 Michelin starred chef. Victor also managed to become the Executive Chef at La Veranda Restaurant at The Ritz-Carlton Marbella Spain, when he was just 28. After that, he moved to Tapeo, Bali, Cloud Lounge & Dining, Jakarta, and finally, Sudestada in 2019.


Argentinian dish is not too common among Jakartans, but Victor came up with the best way to describe it. “Sometimes, we do our joke about Argentinian restaurant: it’s an Italian restaurant with meat, lots of meat! Of course, we have Spanish influence as we were colonized by them, but I have to say more than 50% of the population of Argentinians are of Italian descent,” said Victor.


The Dulce

Italians are all about family, so does Argentinians, and it’s good to find out that the Pastry Chef of Sudestada is actually Victor’s wife, Claudia Urbaneja. Similar to Victor, Claudia also spent great deal of his career in Spain. She worked in 1 Michelin star restaurant in Malaga called Tragabuches.


Claudia presented 4 of Argentinian desserts: Alfajore, Tarta de Limon, Flan de Caramelo, and Churros con Dulce de Leche. When it comes to Argetinian dessert, you can’t miss dulce de leche in many of their pastry products. “We have lots of influence for our desserts, especially from Italy, in items like tiramisu, lemon tart, but we also have our own sweet, like dulce de leche,” Victor added.


I know, comparing dulce de leche to caramel might be considered as blasphemy for most Argentinians, like comparing asado to barbecue (even though they’re quite similar, never compare them in front of Argentinians, you hear me? Never!). Dulce de leche is made by heating up condensed milk slowly, resulted in Maillard reaction, lighter, smoother taste than caramel.


Sudestada really wanted the guest to know their dulce de leche, you’ll even get small Alfajore (Argentinian cookies with dulce de leche as filling) when you order coffee. You can also spot it in Churros con Dulce de Leche. Compared to Spanish churro, Argentinian’s churro is crustier, and they put some filling inside. And for more authentic Argentinian experience, dip your churros in dulce de leche, even though they also serve chocolate sauce. You can opt for Flan de Caramelo for pudding-like dessert, or the refreshing Tarta de Limon for some extra kick of acidity.


Of course, it doesn’t feel right to talk about Sudestada without mentioning about their grilled meat. When asked about the signature dish, Victor asked us back, “which signature dish? Based on me, or customers? For customers, it’s the Matambre, each table seems to order one. But me, I like Chuleton, the bone-in rib eye, it’s something I can eat everyday!” said Victor. Don’t expect the traditional steak sauces such as mushroom, BBQ, or blackpepper sauce here. Instead, you should try their chimichurri (parsley based sauce, Victor’s favorite) or criolla (Argentinian rendition of salsa, our favorite), you just can’t go wrong with any of these two


Sudestada is definitely a sanctuary in the midst of the busy capital. And the best thing is, in addition to the relaxing atmosphere, you can satisfy the carnivore within, grab some coffee, cocktails, and dessert, all in one place!

=================================================================================================================================


Anda pasti sudah mendengar nama Sudestada! Selama 7 bulan semenjak kemunculanya, tempat ini sudah menjadi pembicaraan banyak orang. Terletak dekat di jantung ibukota, Bundaran HI, masakan khas Argentina ini disambut dengan hangat oleh warga Jakarta. Ketika orang lain membicarakan menu grill khas Argentinanya, kami lebih suka untuk menelusuri lebih dalam mengenai dessert khas Argentina. 


Dari konsep dan interiornya, terlihat jelas bahwa Sudestada berusaha untuk menghadirkan Argentina ke Jakarta. “Sebagai resto Argentina, Anda bisa menemukan restoran, bar, café, dan grill house, semuanya di satu tempat, tipikal restoran Argentina pada umumnya. Saya tahu, di Indonesia ini terlihat aneh, biasanya tempat-tempat yang saya sebutkan tadi berdiri sendiri,” kata Victor Taborda, Executive Chef Sudestada Jakarta.


Victor lulus dari sekolah kuliner di Buenos Aires, Argentina, namun ia menghabiskan masa awal karirnya di Spanyol. Ia pernah bekerja bersama Dani Garcia, seorang chef Michelin 3 star. Victor juga berhasil menjadi Executive Chef di La Veranda Restaurant di The Ritz-Carlton Marbella, Spanyol, ketika ia baru berusia 28 tahun. Setelah itu, ia pindah ke Tapeo, Bali, Cloud Lounge & Dining, Jakarta, dan terakhir, Sudestada pada 2019.


Masakan Argentina tidak terlalu umum di kalangan warga Jakarta, namun Victor memiliki cara terbaik untuk mendeskripsikannya. “Terkadang, orang Argentina bercanda soal resto Argentina: seperti resto Italia dengan daging, banyak sekali daging! Tentu saja, sebagai bekas negara jajahan Spanyol kami memiliki pengaruh Spanyol yang kuat, namun saya bisa bilang bahwa lebih dari 50% populasi Argentina memiliki darah Italia,” kata Victor.


Dulce

Orang Italia sangat menekankan soal keluarga, begitu pula orang Argentina, dan sebuah pertanda baik ketika kami mengetahui bahwa Pastry Chef Sudestada adalah istri Victor, Claudia Urbaneja. Mirip dengan Victor, Claudia menghabiskan banyak waktunya berkarir di Spanyol. Ia bahkan pernah bekerja di restoran 1 Michelin star di Malaga yang bernama Tragabuches.


Claudia mempersembahkan 4 dessert khas Argentina: Alfajore, Tarta de Limon, Flan de Caramelo, dan Churros con Dulce de Leche. Ketika bicara soal dessert Argentina, Anda tidak mungkin melewatkan dulce de leche yang ada di banyak dessert mereka. “Kami memang memiliki banyak pengaruh Italia, terutama di dessert, di produk seperti tiramisu, lemon tart, namun kami juga menciptakan produk sendiri, seperti dulce de leche,” jelas Victor.


Saya tahu, membandingkan dulce de leche dengan karamel bisa dianggap sebuah penistaan bagi kebanyakan orang Argentina, seperti membandingkan asado dengan barbecue (meski keduanya memang mirip, namun jangan pernah membandingkan keduanya di depan orang Argentina, Anda mengerti? Jangan pernah!). Dulce de Leche dibuat dengan cara memanaskan susu kental manis secara perlahan sehingga menciptakan reaksi Maillard, rasa yang lebih ringan dan lembut dari karamel.


Sudestada sangat ingin memperkenalkan dulce de leche mereka, Anda akan mendapatkan Alfajore kecil (cookies Argentina dengan filling dulce de leche) ketika Anda memesan kopi. Anda juga bisa melihatnya di Churros con Dulce de Leche. Jika dibandingkan dengan churro Spanyol, churro Argentina teksturnya lebih crusty, dan mereka menaruh filling di dalam adonannya. Untuk pengalaman Argentina yang lebih otentik, celupkan churros ke dalam saus dulce de leche, meski mereka juga memberikan saus cokelat. Anda bisa memilih Flan de Caramelo untuk dessert yang seperti pudding, atau Tarta de Limon untuk dessert dengan rasa asam yang menyegarkan.


Tentu, rasanya ada yang salah jika membahas Sudestada tanpa menyebut daging bakarnya. Ketika ditanya mengenai signature dish, Victor malah balik bertanya, “signature dish yang mana? Versi saya atau tamu? Bagi tamu, mereka akan menyebut Matambre, setiap meja di sini seolah memesan satu. Namun buat saya, saya suka Chuleton, rib eye dengan tulang, ini adalah makanan yang bisa saya makan setiap hari!” jelas Victor. Jangan mengharapkan saus steak tradisional seperti saus mushroom, BBQ, atau lada hitam di sini. Cobalah, saus chimichurri (saus yang terbuat dari parsley, favorit Victor) atau criolla (salsa versi Argentina, favorit kami), Anda tidak mungkin salah pilih ketika memutuskan salah satunya. 


Sudestada merupakan tempat berlindung ditengah kesibukan ibukota. Dan hal terbaiknya adalah, selain atmosfer yang menenangkan, Anda dapat memuaskan jiwa karnivor, menikmati kopi, cocktail, dan dessert, dalam satu tempat saja!


SUDESTADA JAKARTA
Jl. Irian No.18, Gondangdia, Kec. Menteng,
Kota Jakarta Pusat 10350
Phone: +6221 392 8944,
www.sudestadagrill.com

0 0
Feed