hotel borobudur

And Japanese Food for All!

Before coming to Jakarta, Indonesia, Tomohiko Omori, the Japanese Chef of Hotel Borobudur Jakarta has spent great deal of time working in Australia, Hong Kong, and Singapore. As he loves so many categories of food in Japanese cuisine, Miyama, Hotel Borobudur Jakarta’s Japanese restaurant seems like a perfect outlet for him to showcase his skill through wide range of food.


Tell us a bit about your hometown!


I came from Fukuoka, the bottom part of Japan, near Korea. In my hometown, we have wide range of cuisine, from street food to high class restaurant. Since Japan is near to the sea and has mountains, we have quite wide variety of ingredients.


How did you end up in Jakarta, Indonesia?


Back then, I studied in Japan, and then I opened my own restaurant in Perth, Australia, but it was closed down a long time ago. When I came there, there were just 5-6 Japanese restaurants in Perth, after that, the number kept increasing and the competition level was very high.After that, I moved to Hong Kong and worked in a cruise, Star Cruises. I worked just for the experience, but I ended up working for 15 years there. Then I moved to Singapore, before I found out about this Hotel Borobudur. Next year, it will be my 10th years working here.


There are many categories of Japanese food, do you have any personal favorites?


Basically, I want to master everything. I started with tempura restaurant when I was young, then I learned sushi, fine dining, and I ended up learning everything, that’s why it’s very interesting to work in this hotel.


But Japan has its own specific restaurants for each category, right?


Correct! Usually Japan is like, one street with 10 ramen shops, they only have ramen there, but each of them have different taste. Then you go to sushi area, they only sell sushi. It took quite some time to master each of this category, but for some people like me, I’m interested in everything.


When you worked in other countries, how far do you adjust to the local taste?


When I was in Australia, it was the first time I stepped my foot outside Japan. We know only typical Japanese food, that’s why we look for the 100% traditional Japanese ingredients from the sauce and everything. However, as time goes by, I have to adapt the Australian taste, Hong Kong Taste by using local ingredients also. I also know Indonesians don’t really enjoy sour taste, so I have to tone down the vinegar and the lemon, you also love spicy food. However, I believe I still serve 100% Japanese flavor!


Everywhere in this world, people seem to enjoy Japanese food, in your opinion, what’s the cause?


First of all, it’s healthy, unlike Chinese food that uses lot of oil. Long time ago, most countries don’t eat raw fish, so they want to try it. They wonder how can we serve very fresh fish, how we cut it, how we present it. Another reason is, most people love Japanese soy sauce! These are the reasons why people love Japanese food, I mean, it’s basically everywhere!


According to you, what’s the philosophy of Japanese cuisine?


In addition to healthy, the presentation is beautiful, and most people can enjoy it. You know Singaporean food? They are spicy, use lots of coconut milk, Korean has lot of beef and it’s sauces, but when you think of Japanese food, actually it’s very simple to eat, nothing too heavy. Japanese cuisine is very difficult to explain, it’s simple, but deep.


Japanese chefs are known to be strictly traditional, however, do you adopt modern cooking techniques?


I always try so mix a little bit of modern stuffs, I love to do that, but I still want my food to be 100% Japanese. In fact, we do some monthly promotion by incorporating Asian, Italian, Indonesian, Thai style. Using pasta to cook Japanese food, why not? We can do it Japanese style!


Outside Japanese cuisine, which type of cuisines do you enjoy the most?


Now I’m very interested in food that has lots of spices, like Indian food, Singaporean is also okay. But basically, I eat everything, so, nothing is really special to me.


Tell me about the food that you serve today!


We start from Sushi Aburi Salmon Roll, Salmon Aburi Tataki (torched fresh salmon yuzu ponzu dressing), Houba Yaki (Kagoshima wagyu and vegetables with saikyouu miso sauce), and Jyu Jyu Rib Eye (Thin sliced US rib eye seared on hot stone). The name jyu jyu came from the sizzling sound. I use rib eye because it’s my favorite cuts of the beef, I like the fat! When you go to a steak restaurant and they remove the fat, I wouldn’t be happy, even though I know it’s that healthy (laugh)! The Houba Yaki is also quite something. I use houba leaf from Japan, but sorry, I don’t know the English name for the leaf, but you cook the leaf together with the beef, and it will give the beef really nice flavor.


===================================================================================================================================================================================


Sebelum datang ke Jakarta, Indonesia, Tomohiko Omori, Japanese Chef Hotel Borobudur Jakarta telah menghabiskan banyak waktunya bekerja di Australia, Hong Kong, dan Singapura. Karena ia mencintai begitu banyak kategori makanan di masakan Jepang, Miyama, resto Jepang Hotel Borobudur Jakarta seperti sebuah outlet sempurna baginya untuk memperlihatkan kemampuannya melalui berbagai jenis masakan.


Ceritakan sedikit mengenai kampung halaman Anda!Saya berasal dari Fukuoka, yang terletak di bagian bawah Jepang, dekat dengan Korea. Di kampung saya, kami memiliki banyak masakan, mulai dari makanan jalanan hingga resto kelas atas. Karena Jepang terletak di dekat laut dan memiliki gunung, kami memiliki banyak jenis bahan baku.


Bagaimana ceritanya Anda bisa bekerja di Jakarta, Indonesia?


Dulu, saya bersekolah di Jepang, kemudian membuka resto saya sendiri di Perth, Australia, namun resto tersebut sudah sejak lama tutup. Ketika saya tiba di sana, hanya ada 5-6 resto Jepang, setelah itu, jumlahnya terus bertambah dan level kompetisinya menjadi sangat tinggi.Setelah itu, saya pindah ke Hong Kong dan bekerja di kapal pesiar, Star Cruises. Awalnya saya hanya mencari pengalaman, namun saya akhirnya bekerja di sana selama 15 tahun. Kemudian saya sempat pindah ke Singapura, sebelum saya mengetahui tentang Hotel Borobudur. Tahun depan adalah tahun ke-10 saya bekerja di sini.


Ada banyak kategori makanan Jepang, apakah Anda memiliki favorit?


Sebetulnya, saya ingin menguasai semuanya. Saya mulai dengan resto tempura ketika masih muda, kemudian saya mempelajari sushi, fine dining, dan pada akhirnya, saya mempelajari semuanya, itu sebabnya saya sangat tertarik bekerja di hotel ini

Namun Jepang memiliki resto spesifik untuk tiap kategori tersebut bukan?


Betul! Biasanya Jepang memiliki satu jalan dengan 10 resto ramen, di sana hanya ada ramen, namun setiap tempat memiliki cita rasa yang berbeda, Kemudian ketika Anda pindah ke area sushi, mereka hanya menjual sushi. Sebetulnya butuh waktu tahunan untuk menguasai satu dari banyak kategori tersebut, namun bagi beberapa orang seperti saya, kami tertarik mempelajari semuanya.


Ketika Anda bekerja di negara lain, seberapa jauh Anda beradaptasi dengan selera lokal?


Waktu saya di Australia, itu adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di luar Jepang. Kami hanya tahu soal makanan Jepang, itu sebabnya kami selalu menggunakan 100% bahan tradisional Jepang, dari saus, hingga semuanya. Seiring berjalannya waktu, saya harus beradaptasi dengan selera orang Australia, Hong Kong, dengan menggunakan bahan lokal. Saya juga memahami bahwa orang Indonesia tidak begitu menyukai asam, sehingga saya mengurangi penggunaan cuka dan lemon, kalian juga sangat suka makanan pedas! Namun, saya percaya saya menyajikan 100% cita rasa Jepang.


Semua orang di dunia ini, sepertinya menikmati makanan Jepang, menurut Anda mengapa?


Pertama-tama, masakan Jepang sehat, berbeda dengan makanan Chinese yang menggunakan banyak minyak. Dulu, kebanyakan negara tidak makan ikan mentah, jadi mereka ingin mencoba. Mereka penasaran cara menyajikan ikan mentah yang sangat segar, cara kami memotong, cara kami mempresentasikannya. Alasan lainnya adalah, kebanyakan orang menyukai kecap asin Jepang! Inilah alasan mengapa orang-orang suka makanan Jepang, maksudnya, resto Jepang ada dimana-mana!


Menurut Anda, apa filosofi masakan Jepang?


Selain sehat, presentasinya indah, dan bisa dinikmati semua orang. Anda tahu makanan Singapura? Banyak yang pedas dan menggunakan santan, Korea banyak menyajikan daging sapi dan berbagai jenis saus, namun ketika Anda memikirkan makanan Jepang, sebetulnya sangat sederhana, rasanya tidak terlalu berat. Masakan Jepang sangat sulit dijelaskan, sederhana, namun dalam.


Chef Jepang terkenal sangat tradisional, namun, apakah Anda menggunakan teknik masak modern?


Saya selalu berusaha mencampurkan unsur modern, saya suka melakukannya, namun saya ingin makanan saya tetap 100% Jepang. Sebetulnya, kami memiliki promo bulanan yang melibatkan style Asia, Italia, Indonesia, Thailand. Menggunakan pasta untuk masak makanan Jepang, kenapa tidak? Kami bisa melakukannya dengan cara Jepang!


Di luar makanan Jepang, jenis masakan seperti apa yang Anda sukai?


Sekarang, saya sangat tertarik pada makanan yang menggunakan banyak rempah, seperti masakan India, Singapura juga oke. Namun pada dasarnya, saya makan semua, jadi, tidak ada yang terlalu special buat saya.


Ceritakan sedikit mengenai makanan yang Anda sajikan!


Kita mulai dari Sushi Aburi Salmon Roll, Salmon Aburi Tataki (salmon segar yang ditorch dan disajikan dengan dressing yuzu ponzu), Houba Yaki (Kagoshima wagyu, sayuran, disajikan dengan saus miso saikyouu) dan Jyu Jyu Rib Eye (US rib eye tipis yang dibakar di atas hot stone). Nama jyu jyu berasal dari suara gemericiknya. Saya menggunakan rib eye karena ini potongan daging sapi favorit saya, saya suka lemaknya! Ketika Anda pergi ke resto steak dan mereka membuang bagian lemaknya, saya tidak akan suka, meski saya tahu lemaknya tidak terlalu sehat (tertawa)! Houba Yaki juga menarik. Saya menggunakan daun houba, namun maaf, saya tidak tahu istilah Inggrisnya, namun saya memasak daun tersebut dengan daging sapi, dan daun houba memberikan rasa yang sangat enak pada daging sapi.



MIYAMA JAPANESE RESTAURANT - HOTEL BOROBUDUR

Jalan Lapangan Banteng Selatan, P.O.Box 1329, Jakarta 10710, Indonesia 

Phone: +6221 380 5555, +62-21 383 5000www.hotelborobudur.com/dining/miyama-japanese-rest...

0 0
Feed