A Wellness State of Mind

Idea about food as a healthy sustenance for our body is supposed to be the common practice, but people nowadays tend to forget about it and eat just to satisfy our palate. We sat down with chef Elisabeth of Livingwell; a strong-willed cancer survivor and talented food maker, to dig deep into her mind about hope to get rid of disease in society through clean-eating diet.


1. What drives you into the world of culinary making?

For me, culinary is related to health. Often time we eat something that has no benefit for our body. So, it’s not only about the good taste, but also health as well. I was diagnosed with womb cancer, and I have to travel to various countries just to find a cure for my sickness. Then when I stayed in Japan, I learned a lot by practicing ‘natural healing’. I refused to do chemotherapy. Then I gradually learned that everything we eat can affect our body in many ways, so I changed my diet accordingly. When I did, I found the amount of cancer in my body was reduced significantly, up to 50%. So I continue doing that for me and also to help others through my cooking.


2. As a cancer survivor, what message are you trying to convey to people through your cooking?

First; when you get diagnosed with cancer, calm your mind, think about what your body need. Cancer exists in your body because the lack of something, or we make mistake through our diet, lifestyle, food that enters our body. People who tend to eat unhealthily, they might feel okay for one or two years, but after, they will experience the negative effect. Nowadays kids, they get their menstrual at the tender age of 8, and that’s just not right. Normally it is at 12. So, again, if you have cancer, you can’t feed it with the food it may like; animal oil, preserved dishes, chemical coloring, sugar. It’s okay if you lost weight as long as you’re healthy. Don’t feed your sickness, but instead, we can still feed the body with healthy food made from organic ingredients; we can substitute it either through natural composition, or the way we cook.


3. What is ‘healthy food’ according to you?

Healthy food is something that won’t make us feel guilty when we eat. ‘Feeling guilty’ is not healthy for our mind as well, actually. Our body doesn’t need chemical, not even sugar! Healthy food supposed to be friend for our body, not its enemy.


4. How did you find inspiration to create a dish?

I really like this question. I see myself like a painter who wants to create a beautiful painting, pouring out my heart’s feeling through cooking. I want to create something that’s not only adored by the people, but also can make them healthier. For example, I avoid using too much oil in my dishes, but some of the food requires a lot of oil on its original shape. So I will play around, tinkering with the menu, like pasta, for example; aglio olio, how could I make it with less oil? I roast garlic in 40 degree, half-cooked and I soaked it in olive oil until the flavor comes out,then I pour the garlic unto the pasta, garnished it with other spices, and it will taste almost no different from the original one. If you boil every kind of oils for more than 50 degrees (Celsius), it will produce dangerous carbon dioxide, so it’s better if you use as little oil as possible in your food.


5. What is the most important aspect for anyone to be a professional chef?

Professional chef is not all about being able to cook, but being responsible as well. Every food that I make must have benefit to those who consume it. You can turn it into business, but make sure that it is a beneficial one for others. I have one customer who loves to come with his bicycle here to Livingwell. One day, he come to me, shake my hand and said ‘Ma’am, ever since I eat here, I feel more energized, my health gets better, why is that?’ And then I asked what did he had for breakfast, lunch, and try to suggest him of what to order so he can feel more benefit from my food. This is the essence of being professional chef. If you just want to make delicious food, anyone can learn to do it.


6. What is the main concept of Livingwell’s dishes menu?

I want everyone to be able to eat here at Livingwell, regardless of where they came from. That’s why I make various types of menus; Asian and Western, but with healthy concept. For example, our quesadilla, even the wrapping is made differently with more healthy ingredients, but everybody can enjoy it. Through Livingwell, I also want to invite the society to eat more healthily, spread awareness to fight disease through delicious healthy food.


7. How do you want to be remembered?

Maybe I couldn’t answer this question. Basically I don’t want people to appreciate me, but I wish that they could understand my cause; why I want people to eat healthy food. It’s not about Elisabeth, but about how people can make their family healthier, not only from my food, but I am willing to share tips as well, and from there, everyone can get the benefit. This is my goal.


==============================================================================================================================================================================


Gagasan tentang makanan sebagai zat yang menyehatkan untuk tubuh seharusnya telah menjadi praktek yang umum untuk dilakukan, namun saat ini orang-orang telah melupakan hal tersebut dan cenderung bersantap hanya untuk memuaskan indera perasa. PASSION duduk bersama chef Elisabeth dari restoran Livingwell; seorang penyintas kanker yang tegar sekaligus juru masak bertalenta, untuk menggali ke dalam benaknya perihal harapannya untuk mengenyahkan penyakit tubuh dari masyarakat lewat pola makan bersih.


1. Apa yang mendorong anda untuk masuk ke dunia pembuatan kuliner?

Bagi saya, kuliner terkait dengan kesehatan. Seringkali kita memakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya bagi tubuh kita. Jadi, kuliner bukan hanya tentang rasa yang enak, tapi juga kesehatan. Saya dulu divonis mengidap penyakit kanker kandungan, dan telah berkeliling ke sejumlah negara hanya untuk mencari kesembuhan bagi sakit yang saya derita. Kemudian saat saya tinggal di Jepang, saya belajar banyak dengan mempraktekkan 'kesembuhan alami'. Saya menolak kemotrapi. Kemudian saya lambat laun menyadari bahwa apapun yang kita makan bisa mempengaruhi tubuh dengan banyak cara, jadi saya pun mengubah pola makan saya. Ketika saya melakukan hal itu, saya menemukan bahwa jumlah kanker yang ada di tubuh saya berkurang secara signifikan, hingga mencapai 50%. Dari situlah saya lanjut membuat makanan sehat untuk saya dan juga membantu orang lain lewat masakan saya.


2. Sebagai penyintas kanker, pesan apa yang hendak anda sampaikan pada orang-orang lewat masakan anda?

Yang utama; ketika anda didagnosa menderita kanker, tenangkan pikiran, dan pikirkan apa yang diperlukan oleh tubuh anda. Kanker bersarang di dalam tubuh karena kita kekurangan sesuatu, atau membuat kesalahan lewat pola makan, pola hidup dan makanan yang masuk dalam tubuh kita. Orang yang biasa memakan makanan tidak sehat mungkin akan merasa baik-baik saja selama satu atau dua tahun, namun setelahnya, mereka akan merasakan dampak negatifnya. Anak-anak perempuan saat ini mendapat menstruasi pertama mereka di usia 8 tahun, dan ini akibat pola makan yang tidak benar! Normalnya mereka baru akan mens pada usia 12 tahun. Jadi, sekali lagi, jika anda mengidap kanker, anda tidak bisa memberinya makanan yang bakal disukai olehnya; minyak hewani, pengawet, pewarna kimia, gula. Tidak masalah kehilangan berat badan selama anda sehat. Jangan memberi makan penyakit anda, namun kita masih bisa memberi makan tubuh dengan hidangan sehat dari bahan-bahan organik; kita bisa menggantinya dengan komposisi alami tersebut, atau cara memasak kita.


3. Apa itu 'makanan sehat' menurut anda?

Makanan sehat adalah sesuatu yang tidak akan membuat kita merasa bersalah setelah menyantapnya. 'Rasa bersalah' juga sesungguhnya tidak baik untuk pikiran. Tubuh kita tidak perlu bahan kimia, bahkan gula sekalipun! Makanan sehat seharusnya menjadi sahabat tubuh kita, bukan menjadi musuh.


4. Bagaimana anda menemukan inspirasi untuk membuat sebuah hidangan?

Saya sangat menyukai pertanyaan ini. Saya melihat diri saya ibarat seorang pelukis yang hendak menciptakan karya yang indah, menuangkan isi hati saya lewat masakan. Saya ingin menciptakan sesuatu yang bukan hanya dikagumi orang-orang, tapi juga membuat mereka lebih sehat. Contohnya, saya menghindari penggunaan minyak berlebih dalam hidangan saya, tapi beberapa tipe makanan membutuhkan banyak minyak untuk membuatnya. Jadi saya akan bermain dengan cara pembuatan menu tersebut; contohnya pasta Aglio Olio, bagaimana cara untuk membuatnya dengan sedikit minyak? Saya memanggang bawang putih di suhu 40 derajat Celcius, setengah matang dan kemudian merendamnya di dalam minyak zaitun hingga citarasanya keluar, kemudian bawang putih itu saya tuangkan di pasta, dan saya gabungkan dengan bumbu-bumbu lain. Rasa pasta tersebut pun akan nyaris tak berbeda dari yang orisinil. Sebagai catatan; jika anda memanaskan minyak di atas suhu lima puluh derajat Celcius, maka minyak tersebut akan menciptakan gas karbon dioksida yang berbahaya, jadi memang sebaiknya gunakan minyak sedikit mungkin dalam masakan anda.


5. Apa aspek terpenting bagi siapapun yang ingin menjadi chef profesional?

Chef profesional bukanlah hanya tentang bisa memasak, tapi juga bertanggung jawab. Semua makanan yang saya buat harus bisa bermanfaat bagi mereka yang menyantapnya. Tentu saja anda bisa membuatnya menjadi bisnis, tapi pastikanlah itu bermanfaat pada orang lain. Saya memiliki seorang pelanggang yang suka bersepeda ke Livingwell. Suatu hari ia menjabat erat tangan saya dan bertanya 'Bu, sejak saya makan di sini, saya merasa lebih bertenaga, kesehatan saya membaik, kenapa ya bu?', kemudian saya tanya apa yang ia pesan untuk makan pagi, makan siang, dan juga mengarahkannya agar bisa merasakan manfaat lebih lagi dari masakan yang saya buat. Ini adalah esensi untuk menjadi seorang chef profesional. Jika anda hanya ingin membuat makanan enak, semua orang bisa belajar melakukannya.


6. Apa konsep utama di balik menu-menu Livingwell?

Saya ingin semua orang agar bisa bersantap di Livingwell, terlepas dari manapun mereka berasal. Karena itulah saya membuat beragam tipe menu; Asia dan Western, tapi dengan konsep sehat. Contohnya, quesadilla kami, bahkan adonan roti pembungkusnya dibuat berbeda dengan lebih banyak bahan sehat, tapi semua orang bisa menikmatinya. Lewat Livingwell, saya juga ingin mengundang masyarakat untuk makan lebih sehat, menyebarkan kesadaran untuk melawan penyakit lewat makanan sehat yang lezat.


7. Bagaimana anda ingin diingat?

Mungkin saya tidak bisa menjawab pertanyaan ini. Pada dasarnya saya tidak ingin orang-orang mengapresiasi diri saya, tapi saya harap mereka bisa memahami maksud saya; kenapa saya ingin orang-orang untuk menyantap makanan sehat. Ini bukan tentang Elisabeth, tapi tentang bagaimana orang-orang bisa membuat keluarga mereka jadi lebih sehat, bukan hanya dari masakan saya saja. Saya juga bersedia membagikan tips-tips dan dari sana, orang akan memperoleh manfaat. Ini adalah tujuan saya.



LIVINGWELL
Jl Raya Uluwatu No.9-7, Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali 80361
Phone : +62 812 3601 9111, www.livingwellbali.com


0 0
Feed