A Weekend Tea Party

Despite being partly hidden in Canggu, Yamuna Homemade Pastry is quietly garnering faithful followers since opening its door six months ago. Passion talks to the man behind the artisan dessert factory and finds out the driving force behind its success.


Blink and you will miss it. The tiny pastry shop is located behind a carved door. You may think that you get into somebody’s yard when you step inside. Potted plants, trickling water fountain, leafy wide leaves, and cozy benches are scattered on the yard. Only when you venture further inside, will you find that there stands a small pastry shop with delightful sweet items on display. In the wall cabinet, neatly aligned tea selections and carefully curated tea pots are displayed.

Yamuna has been a cult hit for the people in the know. When I Made Agus Pramana decided to quit his cruise ship career on 2013, he only knew one thing for certain. “Pastry is my passion. That’s all I want to do. I didn’t know what or how but I know it will involve having my own pastry shop,” says Pramana. And so he learned from the best. He went to study in France under Chef Serge Billet of La Villa des Chefs in Aix de Provence, the respected Le Cordon Bleu, and even following the legendary pastry course from Pierre Hermé. By the end of 2014, he has begun to receive delivery orders from friends and family.

The response was very positive until he decided to open a pastry shop when the opportunity of a place comes up. With his other two assistants, he bakes, glazed, sugared, and garnishes their beautiful cakes daily. The minimalist look of their cakes belies the complexity underneath. Take the romantic appeal of Ispahan, for example. Inspired by Iran, the cake is made of white chocolate, raspberry and rose. It is glazed elegantly in a romantic heart shaped with an elegant rose petal on top.

The Montaigne is another favourite. Inspired by the mountain, it is made of salted caramel, almond tart, chocolate mousse, and raspberry lava. The flavour of sweet and salty are complementing each other. Early Pillow will make tea lovers giddy with joy since it is inspired by the Earl Grey Tea. Their dedication in using only the best ingredients and careful artistry in each and every piece definitely paid off especially after watching the beeline in front of their door. Open only for weekends, Yamuna Homemade Pastry is certainly a special treat that you want to enjoy with your friend and special ones.

Meski letaknya agak tersembunyi di Canggu, Yamuna Homemade Pastry secara pasti telah memiliki pengagum setia sejak buka enam bulan yang lalu. Passion datang dan berbincang dengan sosok di balik karya manis tersebut dan mencari tahu tentang inspirasi di balik kesuksesannya.


Berkedip dan Anda akan melewatinya. Toko kue yang mungil ini terletak di balik sebuah pintu kayu berukir. Anda mungkin mengira bahwa Anda telah memasuki halaman rumah seseorang saat Anda masuk. Tanaman-tanaman di pot, air mancur yang bergemericik, dedaunan lebar yang meneduhkan, dan bangku-bangku nyaman tersebar di halaman tersebut. Hanya saat Anda masuk lebih dalamlah, Anda akan menemukan toko kue dengan ragam tampilan karya yang cantik. Di rak sekitarnya, terdapat beberapa koleksi teh premium terbaik dan pot-pot teh yang terkurasi dengan cermat.

Yamuna telah menjadi nama yang dibisikkan dari satu orang ke orang lainnya. Saat I Made Agus Pramana memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di kapal pesiar pada tahun 2013, ia hanya tahu satu hal dengan pasti. “Pastry adalah semangat hidup saya. Hanya itulah yang ingin saya lakukan. Saat itu saya tidak tahu apa dan bagaimana jadinya namun saya tahu bahwa saya ingin memiliki toko pastry sendiri,” tuturnya. Maka, ia pergi untuk belajar dari guru-guru terbaik. Ia pergi ke Perancis untuk belajar dengan Chef Serge Billet dari La Villa des Chefs di Aix de Provence, mengambil kelas di Le Cordon Bleu, dan bahkan mengikuti kelas pastry legendaris milik Pierre Hermé. Pada akhir 2014, Pramana mulai menerima pesanan kue dari teman-teman dan keluarganya.

Respon yang positif ia terima hingga ia memutuskan untuk membuka toko saat menemukan lokasi yang tepat. Bersama dengan dua asistennya, ia dengan tekun memanggang, melapisi, memberikan gula, dan menghiasi kue-kue cantik pesanan setiap hari. Penampilan minimalis karyanya menutupi kompleksitas rasa di dalamnya. Sebut saja Ispahan dengan daya tarik romantisnya. Terinspirasi dari kota di Iran, kue itu terbuat dari coklat putih, raspberry, dan mawar. Secara elegan, ia dilapisi oleh gula merah dan dibentuk seperti hati dengan hiasan sehelai bunga mawar di atasnya.

Montaigne adalah salah satu kesukaan pelanggan di sini. Terinspirasi dari bentuk gunung, kue itu dibuat dari karamel asin, almond tart, mousse coklat, dan raspberry lava. Manis dan asin saling melengkapi satu sama lain. Early Pillow akan membuat para pecinta teh bahagia karena kue ini terinspirasi dari rasa teh Earl Grey. Dedikasi Pramana dan timnya dalam menciptakan kue dari bahan-bahan berkualitas terbaik serta pengerjaan yang sungguh berseni pada tiap potong kue turut menerima penghargaan yang tinggi saat antrian panjang terlihat di depan pintu mereka. Yamuna Homemade Pastry hanya buka setiap akhir minggu dan pergi ke sana akan menjadi pengalaman yang istimewa untuk dibagi bersama teman dan orang-orang istimewa di hidup Anda.

0 0
Feed