A Refined Pâtisserie at its Best

Passion meets Yoan Tjahjadi and Ivan Setyawan, co-owners of the rising star pastry shop Namelaka at Shophaus Menteng. They share a story about their humble beginnings and how in just less than two years, they are ready to take the pastry world of Jakarta by storm.


One decade is all that we need to assimilate ourselves within the global culinary culture. It was quiet on all fronts back when I started writing and observing about Jakarta’s food scenes back in 2009. And now, we can see it clearly that everyone is contributing a part to further embolden our local food culture - from a writer and up to restaurant owners, from starting out in a long chain of hospitality industry and up to become an accomplished chef. This also includes the appearance of food start-ups, influencers, and other aspirations.

Everyone is always inspired with something and that’s the drive needed to gain the foothold in this so-called journey of life. That’s the case for both Yoan and Ivan as well.

Pastry has always been a thing for Yoan, who started it all from zero. She did it first by learning about cookery in general from a short course in Jakarta, while also at the same time finishing her graphic design study. Meanwhile Ivan was already on his way studying about cookery and accounting. Long story short, they met at William Angliss Institute back in Melbourne - each in pursue of their aspirations within the food industry.

Graduated, they both returned to Indonesia and promised themselves that they should leave a mark in this world somehow. Namelaka was then established in 2016, starting humbly as an online pastry business and joining food bazaars around Jakarta.

“One time there was an offer from Shophaus to open up our first store here”, Yoan says. Both were excited about the opportunity, but they realized it was all about renewing their own commitments for the business. A decision that they must face sooner or later.

Thus, December 2016 was historical for Namelaka as finally Yoan and Ivan agreed to commit themselves wholeheartedly into the business now. The production flow has been set to full motion now and all their resources were assigned to make that happen.

But what’s the difference between Namelaka and the rest of the competition, I ask them. “Number one, we don’t follow what’s trending out there. Our products are simply based on the flavors that we personally like and we try to be creative with that”, she explains.

Ivan quickly gives example, “Back when I was in college, I used to really love this hazelnut coffee from Starbucks and that inspired us to create the Coffee Caramel Hazelnut cake”. “Or in my instance”, says Yoan cheerfully, “the Honey Lemon Ginger Tart which was based on a flavored beverage I really like!”

Their signature product now is the choux pastry with a wide variety of unique flavors such as the Thai milk tea, salted caramel, mango lassi, and many more. Other than that, Namelaka prides itself with their collection of cakes; namely the Intense Chocolate, Earl Berries, and the Noisette. Each boasts its luscious look and a curious blend of quality ingredients.

Last Ramadan, they paid homage to the holy month with their unique creation of Nastart – a combination of the much loved nastar with homemade pineapple jam, compote, and almond crumble on a pie base. Additionally, they were busy producing the all-time favorite hampers for Eid.

Business may run well for Namelaka so far, but they do not stay idle. I ask them what they are planning after this. “Rather than focusing on opening new shops, we want to focus on increasing our capacity. We are planning to relocate our central kitchen to a bigger place”, explain them both. They hope to increase their efficiency when responding for more online orders specifically.

With their current pace and their commitment to quality from this tender age, it’s safe to assume that we will see more of Namelaka from time to time. It would be exciting to see what other creations they will come up with in the future and how the crowd would react to that. As for me, I have found a new sanctuary within the verdant Menteng area. And that is to sip a good old cup of coffee here and a slice of cake from this patisserie.


================================================================================================================================================================================



Passion berjumpa dengan Yoan Tjahjadi dan Ivan Setyawan, pemilik dari Namelaka di Shophaus Menteng yang tengah naik daun belakangan ini. Mereka berbagi cerita mengenai awal mula bisnis mereka dan bagaimana hanya dalam dua tahun perjalanannya, mereka siap menjadi lebih besar.

Hanya satu dekade saja dan semua orang kini berasimilasi dengan kultur kuliner global. Tahun 2009 yang lalu sepertinya semua masih sepi-sepi saja pertama kali ketika saya melihat tren kuliner di Jakarta saat ini. Dan kini, semua orang seakan berlomba-lomba berkontribusi untuk memajukan kultur kuliner lokal kita.

Dari seorang penulis hingga para pemilik restoran, dari seseorang yang baru saja mulai bekerja di industri makanan hingga para chef ternama. Termasuk juga di antaranya adalah bisnis start-up makanan, para KOL di media sosial, dan mereka-mereka yang memiliki aspirasi lainnya.

Semua selalu terinspirasi dengan satu hal dalam mengejar cita-cita. Dan itulah yang dibutuhkan semua orang untuk memulai proses pemenuhan aspirasi mereka. Begitupun pula ceritanya untuk Yoan dan Ivan bersama Namelaka.

Dunia pastry sudah menjadi minat tersendiri bagi seorang Yoan yang memulai semuanya dari nol. Awalnya ia memulai dari mengikuti sebuah kursus kuliner singkat di Jakarta, sementara ia menyelesaikan studi desain grafis. Sementara itu, Ivan memulai studinya di bidang memasak dan akuntansi. Singkat cerita, keduanya bertemu di William Angliss Institute, Melbourne – masing-masing mengejar aspirasi mereka dalam industri F&B.

Setelah lulus, keduanya kembali ke Indonesia dan bertekad bahwa mereka harus memulai bisnis makanan serius. Namelaka berdiri di tahun 2016 dan dimulai secara sederhana secara online dan mengikuti berbagai food bazaar di Jakarta.

“Satu waktu kami mendapat tawaran dari Shophaus untuk menjadi tenant di sini”, cerita Yoan. Keduanya dengan cepat tertarik namun mereka sadar bahwa dengan memutuskan bergabung, mereka harus memperbaharui komitmen mereka dalam bisnis ini.

Desember 2016 menjadi momen bersejarah bagi Namelaka dimana Yoan dan Ivan akhirnya berkomitmen penuh untuk memajukan Namelaka. Secara produksi mereka kini harus berkelanjutan dan beragam sumber daya mereka harus investasikan demi menjaga kontinuitas ini.

Tapi apa sebetulnya yang membedakan Namelaka dengan beragam pastry shop lainnya? “Pertama, kami tidak mengikut apa yang tengah menjadi tren. Produk-produk kami terinspirasi dari hal-hal yang kami suka dan kami berusaha kreatif menuangkannya hingga menjadi sebuah produk menarik”, sahut Yoan.

Ivan kemudian turut menjawab, “Waktu saya menjadi mahasiswa dulu, ada satu kopi Starbucks dengan rasa hazelnut yang saya sangat suka. Kami jadi terinspirasi untuk membuat kue yang dinamakan Coffee Caramel Hazelnut”. “Begitupun dengan saya”, sahut Yoan dengan gembira, “Honey Lemon Ginger Tart berasal dari satu minuman yang saya suka!”

Choux pastry dengan berbagai rasa unik masih menjadi produk unggulan di Namelaka. Choux di sini memiliki berbagai rasa menarik dari Thai milk tea, salted caramel, mango lassi, dan lain-lain. Selain itu Namelaka juga memiliki beberapa jenis kue seperti Intense Chocolate, Earl Berries, dan Noisette. Masing-masing memiliki penampilan cantik dan merupakan harmoni menarik dari berbagai bahan berkualitas.

Ramadhan kemarin Namelaka membuat kreasi yang bernama Nastart – sebuah kombinasi dari kue nastar favorit semua orang dengan selai nanas, compote nanas dan almond crumble di atas fondasi pie. Selain itu, Namelaka juga sempat sangat sibuk memproduksi berbagai kue Lebaran.

Bisnis sepertinya berjalan lancar untuk Namelaka, namun bukan berarti Yoan dan Ivan hanya berdiam diri saja menikmatinya. “Ketimbang membuka toko baru, kami ingin fokus dulu untuk meningkatkan kapasitas produksi Namelaka. Salah satunya adalah dengan memindahkan dapur utama kami ke tempat yang lebih besar”, jawab mereka. Dengan kapasitas yang lebih besar, mereka optimis bisa menjadi lebih efisien dalam merespon banyak pesanan online khususnya.

Dengan komitmen mereka terhadap kualitas bahkan sejak memulai bisnis ini, sepertinya kita akan melihat banyak hal menarik dari Namelaka ke depannya dan bagaimana para penggemar kuliner akan bereaksi dengan produk-produk baru mereka. Bagi saya pribadi, yang penting kini saya telah menemukan tempat baru di Menteng dan menikmati sore hari dengan secangkir kopi serta satu potong kue dari Namelaka.


NAMELAKA PATISSERIE

Jl. Teuku Cik Ditiro No.36, Menteng, Jakarta 10310,

Phone: +62 813 2023 2025

0 0
Feed