A Matter of Persistence

“Success is not final, failure is not fatal, it is the courage to continue that counts,” you’ve read the line somewhere, but if you’re looking for someone that live by the words, meet Luc Debove. As a self-admitted competition addict, The MOF (Meilleurs Ouvriers de France) failed his first and second time to get the prestigious title, but it didn’t stop him to give another shot.


Luc has worked as Pastry Chef in Grand Hotel Du Cap Ferrat, Hotel Royal Riviera in St. Jean Cap Ferrat, and as Trainer in Pastry at the Ecole Gastronomique Bellouet Conseil Paris, and won awards in artistic sugar, ice sculptures, and achieved victory with the French Team in Gelato World Cup 2010. Finally, in 2011, Luc finally acquired the title MOF. Now, Luc is travelling around the world as brand ambassador and teaching classes. We caught up with him in the middle of his class at Heavenly Sweet Academy, Jakarta.


Where did you come from? How did you start working in the kitchen?

I was born Nice, France to a family of bakers and pastry makers. I start very young at pastry. I started 30 years ago, when I was just 18. I always know I wanted to do this job. I trained at Ecole Escoffier in Cagnes-sur-Mer, then did an apprenticeship at Patisserie Cappa in Nice. I worked at Casino Ruhl for 10 years as Sous Chef. I also made my second exam to be a Master in pastry, it’s a very important (job) in France. At the same time, I was also teaching in a school after finishing my job in the hotel.


How did you get an MOF?

I applied for one. It’s a competition that was held every 4 years, but the first time I entered in 2004, I went to the final but I didn’t win. I made my second attempt in 2007, also didn’t win.


What was the test like?

We made lot of things for 3 days, such as ice carving, sugar piece, chocolate showpiece, entremets, etc. We didn’t even get proper sleep for those 3 days. Finally I got the MOF at my third attempt.


Iadmire your persistence, I believe most people would quit on their second, or even their first attempt.

There was a moment that you’d think about it (quitting). Once you got into the competition, sometimes you forgot your recipe and tried to make a new one. I didn’t win just because of 1 point difference. Then I started to think, about the best quality product that I can make, why should I use certain process for certain flavor, that sort of things. Now, actually I’m very happy not to win for the first time.


There are some subjects in the competition, which one is your favorite?

For artistic reason, I love ice carving. After that, I also love nougatine carving. It’s very difficult because you work when it’s hot, and it breaks very easy.


You seem to enjoy competition very much, why?

You don’t start at your table and said, “Ok guys, now we make this or that product” to your team. If it’s competition, it’s only you, you don’t have any helping hands. If you’re in the kitchen, you can always ask the chef, “Chef, is this product okay? Chef, I want this or that.” You’re thinking only about your recipe and your showpiece.


How does the title MOF affect you?

When you have this title, people don’t look the same way to you. They see you as an MOF, not just as a person.

==============================================================================================================================================================================


“Kesuksesan bukanlah akhir, kegagalan tidaklah fatal, yang penting adalah keberanian untuk melanjutkan,” Anda pernah membaca kalimat ini entah di mana, namun jika Anda mencari orang yang hidup dengan kata-kata ini, temui Luc Debove. Sebagai pecinta kompetisi, MOF (Meilleurs Ouvriers de France) ini gagal pada kali pertama dan keduanya untuk mendapatkan gelar bergengsi ini, namun hal tersebut tidak menghentikannya untuk terus mencoba.

Luc telah bekerja sebagai Pastry Chef di Grand Hotel Du Cap Ferrat, Hotel Royal Riviera di St. Jean Cap Ferrat, sebagai pelatih pastry di Ecole Gastronomique Bellouet Conseil Paris, memenangkan penghargaan di bidang artistic sugar, ukiran es, dan memenangkan Tim Prancis di Gelato World Cup 2010. Akhirnya, di 2011, Luc berhasil mendapatkan gelar MOF. Sekarang, Luc berkeliling dunia sebagai brand ambassador dan mengajar kelas. Kami bertemu dengannya di tengah kelasnya di Heavenly Sweet Academy, Jakarta.


Anda berasal dari mana? Bagaimana cerita awal Anda bekerja di dapur?

Saya lahir di Nice, Prancis di keluarga baker dan pembuat pastry. Saya mulai mempelajari pastry sejak dini. Saya memulainya 30 tahun lalu, ketika saya masih berusia 18. Saya selalu tahu bahwa saya menginginkan pekerjaan ini. Saya berlatih di Ecole Escoffier di Cagnes-sur-Mer, kemudian magang di Patisserie Cappa di Nice. Saya bekerja di Casino Ruhl selama 10 tahun sebagai Sous Chef. Saya juga mengikuti ujian untuk menjadi Master di pastry, ini merupakan pekerjaan yang sangat penting di Prancis. Di saat bersamaan, saya juga mengajar di sekolah setelah pekerjaan saya di hotel selesai.


Bagaimana cerita Anda mendapatkan gelar MOF?

Saya mendaftarkan diri. Ini merupakan kompetisi yang diadakan 4 tahun sekali, namun ketika pertama kali ikut di 2004, saya masuk final namun tidak menang. Pada percobaan kedua di 2007, saya juga tidak menang.


Tesnya seperti apa?

Kami membuat banyak produk selama 3 hari, mulai dari ukiran es, sugar piece, showpiece cokelat, entremets, dsb. Kami bahkan tidak tidur selama 3 hari tersebut. Akhirnya saya mendapat gelar MOF pada percobaan ketiga.


Saya mengagumi kegigihan Anda, saya yakin kebanyakan orang akan berhenti pada percobaan kedua, bahkan pertama.

Ada saat ketika Anda berpikir ke arah sana (berhenti). Ketika Anda mengikuti kompetisi, terkadang Anda lupa resep dan mencoba membuat resep baru. Saya tidak menang hanya karena kekurangan 1 poin. Kemudian saya mulai berpikir cara membuat produk terbaik, mengapa saya harus menggunakan proses tertentu untuk rasa tertentu, hal semacam itu. Sekarang, sesungguhnya saya sangat senang karena tidak menang pada percobaan pertama.


Ada beberapa subjek di kompetisi, yang mana yang menjadi favorit Anda?

Untuk alasan artistik, saya suka ukiran es. Setelah itu, saya juga ukiran nougatine. Ini sangat sulit karena Anda membuatnya dalam keadaan panas, produk ini juga sangat rapuh.


Sepertinya Anda sangat menikmati kompetisi, kenapa?

Anda tidak mulai kerja di meja dan bilang, “oke, sekarang kita buat produk ini atau itu,” kepada tim Anda. Saat kompetisi, hanya ada Anda seorang, Anda tidak mendapatkan bantuan apa pun. Jika Anda di dapur, Anda bisa selalu bertanya pada chef, “Chef, produk ini sudah oke? Chef saya mau ini, itu.” Anda hanya berpikir soal resep dan showpiece Anda.


Apa pengaruh gelar MOF pada diri Anda?

Ketika Anda mendapatkan gelar ini, orang tidak lagi melihat Anda dengan pandangan yang sama. Mereka melihat Anda sebagai MOF, tidak hanya sekedar sebagai individu.

0 0
Feed